Who Am I??

Nama saya Darwin Kurniawan, nama panggilan saya Darwin. Lahir di Bandar Lampung, 15 November 1999. Saya adalah anak ketiga dari tiga bersaudara dan semua saudara saya adalah laki-laki. Saya tidak terlalu dekat dengan saudara saya karena perbedaan umur yang signifikan. Kakak saya yang pertama berumur 33 tahun, sedangkan kakak kedua berumur 31 tahun.

Keluarga saya memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ayah adalah orang yang tegas, perfeksionis, dan keras kepala. Karena ayah saya bersifat seperti itu, saya hampir tidak pernah meluangkan waktu untuk bermain atau berbicara dengannya. Ibu memiliki sifat penyayang dan sabar. Jika saya memiliki masalah, saya selalu berbicara dengan ibu saya. Walaupun ayah dan ibu saya memiliki karakteristik yang bertolak belakang, tetapi puji syukur selalu bersama dan saling mencintai satu sama lain.

Menurut saya, karakterisitk bisa saya berubah karena hal-hal yang terjadi di masa lalunya, dan itu terjadi di kehidupan saya yang sekarang. Saya adalah orang yang mudah bergaul, humoris, ceria, dan ambisius. Tetapi seiring berjalannya waktu, karakteristik yang tertanam didalam diri saya perlahan-lahan berubah menjadi pesimis, dan penyendiri. Dulunya yang selalu bermain bersama teman dan pergi keluar, sekarang lebih nyaman melakukan hal-hal di dalam rumah. Orang tua saya pun bertanya-tanya kepada saya tetapi saya selalu menjawab bahwa saya baik-baik saja.

Pada awal masuk sekolah dasar, saya mempunyai banyak sekali teman. Tidak ada satupun satu angkatan yang tidak mengenal saya dan tingkah laku saya yang membuat teman-teman saya senang dan ceria. Bahkan guru-guru yang saya selalu temui dan tidak mengajari saya mengenal saya sebagai siswa yang ceria dan mudah bergaul. Dikarenakan saya mendapatkan lingkungan yang seperti ini, perlahan-lahan saya memiliki sifat seseorang yang besar kepala. Sehingga, teman-teman saya kurang menyukai sifat saya seperti itu dan perlahan-lahan teman-teman saya pun berkurang.

Di SMP, saya masih mudah mendapatkan teman-teman karena masih ada teman-teman yang saya kenal. Namun, hal memalukan sewaktu saya alami di masa SMP adalah ketika saya maju pengambilan nilai menyanyi. Saya dengan percaya diri bernyanyi di depan teman-teman saya, tetapi bukannya mendengarkan, melainkan saya ditertawakan karena suara saya yang sangat buruk. Pada saat itu juga saya sangat malu dan hanya bisa tertawa di depan teman-teman saya untuk menutupi ekspresi saya yang sebenarnya. Semenjak saat itu, saya tidak pernah bernyanyi di depan orang-orang lagi dan menjadi pesimis.

Pada masa SMA, saya harus beradaptasi dengan siswa-siswi lainnya karena berbeda sekolah dan yayasan. Pertemanan di SMA tidak semudah yang saya pikirkan, banyak siswa-siswi disana sudah saling kenal satu sama lain karena dulu mereka adalah satu sekolah yang sama. Saya pun ikut bergabung dengan mereka, tetapi saya tidak mendapatkan banyak teman dan ada sebagian yang tidak suka terhadap saya. Siswa-siswi yang tidak suka terhadap saya pun mempermainkan saya dan pada akhirnya saya di bully. Pada saat itu, saya menjadi seorang yang penyendiri dan tidak memiliki banyak teman, saya hanya bermain dengan teman yang menurut saya dekat dengan saya.

Di kehidupan perkuliahan yang sekarang, saya masih menjadi mahasiswa yang pendiam dan penyendiri. Saya hanya berteman yang menururt saya mudah diajak bicara dan saling mengerti satu sama lain. Jika pada umumnya mahasiswa sangat suka jalan-jalan ke tempat hiburan, saya lebih baik bermain di kos dengan alat elektronik atau bermain komputer bersama teman-teman. Menururt saya hidup seperti ini tidaklah buruk karena masih ada yang lebih buruk seperti pergaulan bebas, merokok, dan lain-lain. Walaupun saya orang yang kurang memiliki pergaulan yang luas, saya ingin menjadi anak yang membanggakan orang tua saya, bertanggung jawab, dan mengandalkan teman-teman saya karena kita tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain.



Comments